Hai, maaf ya yang sebelumnya kepotong tiba-tiba. Baru hari ini sempat nulis lagi.
Lanjutan 2017...
Selama aku kerja disana, ak berusaha membuat diriku gembira. Aku selalu berusaha bekerja sesuai SOP. Aku senang membantu teman-temanku kalau pekerjaan utamaku sudah selesai.
Selama OJT, aku di dampingi oleh atasanku langsung. Banyak hal yang aku pelajari dan ak terapkan disana. Aku bukanlah orang yg santai kalo ada karyawan yg melanggar peraturan.
Mungkin itu cermin dari kejadian di masa lalu yang menyakitkan aku. Bahwa kita diam di saat ada teman yg melanggar peraturan itu tidaklah baik. Bisa saja kita kena apesnya, yaitu dituduh ikut melanggar peraturan karena tidak melaporkan wandisiplin.
Disana, karyawan masuk dan keluar hanya dalam jangka waktu kurang 1 bulan. Itu sungguh membuat kami kelelahan bekerja karena kekurangan karyawan membuat tenaga kami terforsir.
Aku sebagai admin bekerja seorang diri. Sebenernya ada Tia dan Nisa yg membantuku. Hanya saja mereka sudah lelah dengan pekerjaan utama mereka di frontliner. Ak jadi ga tega untuk minta tolong mereka membantuku.
Pernah ada pikiran untuk resign, tapi tahun itu ak sadar bukanlah waktu terbaik untuk resign.
2018
Akhirnya ada karyawan baru yg masuk dari bulan November 2017. Totalnya ada 5 orang.
Keberadaan mereka sangat membantu kami yg sebelumnya udah kepayahan hhe.
Tapi kemudian, semuanya memutuskan untuk resign. Gak sekaligus mereka pergi. Tapi satu persatu. Bahkan ada yg perginya menuju alam barzah. Namanya Niya. Itu momen yg sangat menyakitkan bagi kami. Kalo hanya resign saja tidak masalah, karena kami akan bertemu kembali.
Beberapa bulan kami gak bisa move on dari Niya. Setiap hari doa dipanjatkan untuknya.
Desember 2018 satu-satunya yg tersisa hanya Tina. Dia resign tanggal 25 Desember 2018 saat aku sedang libur Natal.
Sebenarnya ada anak baru yg masuk. Tapi ak kurang sreg.
2019
Januari 2019 ak dan keluargaku mudik. Itu adalah hari yg sangat kami tunggu-tunggu, karena mudik adalah momen langka. Selain waktunya sulit di satukan dengan yg lain, biayanya juga mahal. Naik pesawat PP sekitar 3jutaan, belum lagi sewa transport setelah tiba di Bandara Silangit. Kalau darat, akan memakan waktu 3 hari 2 malam dengan estimasi bensin sebesar 2juta PP.
Ak hanya 4 hari mudik.
Ak, Ade, dan Melly memutuskan PP naik pesawat karena kendala waktu. Kami gak bisa cuti lama seperti Ivan.
Next time ak akan ceritakan pengalamanku selama mudik ya :)
Beberapa hari sepulang mudik, ak merasa badanku sakit. Ak putuskan dengan berat hati untuk izin sakit selama 3 hari. Kenapa berat? Karena nantinya gajiku akan di potong sebesar 500.000an kalau tanpa surat dokter.
Itulah alasan teman-temanku resign. Mereka ga kuat dengan potongan gaji sebesar itu.
Makin lama sakitku makin menjadi. Ak kesulitan bernafas, bahkan gak bisa rebahan. Jadi ak tidur dengan posisi duduk.
Dokter ga bisa pastikan ak sakit apa, karena ak ga mau di rujuk dengan alasan akan makin besar potongan gajiku.
Jadi aku begitu munafik ya, sakit tapi maksa kerja demi uang.
Januari 2019 adalah titik dimana aku ingin sekali resign. Ak bergumul sama Tuhan. Ak bilang "Tuhan, ak mau resign. Tolong kasih ak satu alasan spesifik kenapa ak mau resign. Tolong bukain mata aku kenapa aku harus resign, Tuhan? Tolong besarkan hatiku juga, Tuhan, karena setelah resign nanti ak akan menganggur lama. Tolong kuatkan hatiku supaya ak gak menyesal sudah mengambil keputusan ini."
Setiap hari ak panjatkan doa itu kepada Tuhan. Dengan tambahan, bahwa Mamaku akan merestui keputusanku.
Ak ga bisa "gerak" kalo ga ada restu Mama. Karena Tuhan kasih kita restu/sinyal itu di titip melalui Mama.
Itulah jawaban dari doaku.
Mama merestui keputusanku, sambil membesarkan hatiku bahwa semuanya akan baik-baik aja.
Ak mengerti kenapa ak resign. Tuhan bukain semuanya buat aku. Tuhan mau ak banyak waktu untuk diriku sendiri, untuk anakku, untuk orang tuaku, untuk adik-adikku.
Dan juga untuk rumah. Karena salah satu doaku adalah ak pengen beresin rumah sebebas waktuku. Lucu ya doanya? Di kala orang lain minta kesejahteraan, tapi ak malah minta di kasih kesempatan beresin rumah.
Sebenernya beresin rumah itu seperti semacam terapi untuk diriku. Ak harus bebas dari pikiran yg tidak bahagia, yg selama ini nyakitin aku.
Tuhan juga mau circle aku bagus, artinya Tuhan mau ak dekat dengan teman-teman yg baik, yg bawa aura positif, sehingga berpengaruh baik ke kehidupan aku.
Btw, nanti ak lanjut lagi yaa.
Ak lagi di sekolah Marco, dia lagi ekskul nari.
Sebentar lagi pulang.
Bye.. .
Selasa, 11 Februari 2020
Kisah Hidupku Part 1
Hai!
Aku punya blog sedari tahun 2014 tapi gak pernah posting apapun. Astaaaagggaaa ✌✌
Jadi sekarang tahun 2020 ya. Banyak banget hal-hal baik yang ak dapatkan, juga hal-hal buruk yang dapat kujadikan pelajaran.
Aku akan cerita mulai dari lulus kuliah, sampai ke hari ini. Tapi bertahap ya, Guys.
Aku kalo curhat kayak gini gak bisa banget pas lagi ada orang di rumah, aku butuh konsentrasi untuk menyelesaikan ceritaku.
Jadiiiiii ......
2016
Ak lulus kuliah dan di wisuda tanggal 19 November 2016.
Perasaanku datar banget, malah gak kepengen hadir. Bener-bener aku gak ada mood di hari itu.
Tapi aku harus datang, karena ada orang tua dan adik-adikku yang akan menghadiri wisudaku.
Mungkin buat mereka, itu hari besar aku. Tapi, swear, buatku cuma acara biasa aja.
Yang lain pasti bakal ke salon untuk mempercantik diri.
Tapi aku enggak, aku lebih memilih dandan sendiri dengan di bantu adikku, Melly.
Aku tau dandananku gak akan bertahan lama kayak mereka-mereka yang nyalon. Bahkan mukaku tuh mirip kunyit karena blush-on ku yg warnanya kuning ke-emasan kwkkwkwkw..
Dan bibirku pucat, karena aku pakai lipstik warnanya merah muda. Waktu itu belum jaman lip cream kayaknya wkkwkw..
Akhirnya kami tiba di BSI Convention Center yang lokasinya di Kaliabang.
Aku gak punya bayangan samsek bakal di wisuda di Bekasi, aku pikir bakalan di JCC kayak anak Gundar yang tahun lalu di wisuda disana. Tapi ya sudahlah, jalanin yang udah ada di depan mata wkwkwk..
Acara wisudanya berjalan lancar, malah lebih mirip konser. Lampu gemerlap, suara band menggelegar, bunyi kamera HP ceklak-ceklik. Ruameeenya kayak di konser. Swear!!
Acara wisudaku hanya di hadiri oleh Aida dan Retno.
Rencananya mau foto bareng Yogi, Sabeth, Fajar, Budi, dll tapi karena crowded banget, dan mereka juga lagi sama keluarga masing-masing, akhirnya aku putuskan untuk pulang aja setelah sesi foto bareng Retno dan Aida :) :)
2017
Aktivitasku selama kuliah adalah jualan baju online. Jadi setelah lulus, aku tetap jualan sambil cari-cari kerja.
Suatu hari di bulan Mei, sepupuku, Enika, menikah. Aku bertemu dengan saudara-saudaraku. Aku gak punya uang banyak,tapi seadanya aku kasih untuk para keponakanku yang masih kecil-kecil.
Gak lama setelah hari tersebut, aku mendapat panggilan interview di toko buku.
Sebenernya aku iseng aja naro disana, gak punya ekspetasi apapun.
Aku datang begitu pagi saat toko baru buka, saat karyawannya masih beres-beres toko.
Singkat cerita, interview berjalan lancar.
Beberapa hari kemudian aku di terima bekerja disana sebagai Admin.
Aku punya blog sedari tahun 2014 tapi gak pernah posting apapun. Astaaaagggaaa ✌✌
Jadi sekarang tahun 2020 ya. Banyak banget hal-hal baik yang ak dapatkan, juga hal-hal buruk yang dapat kujadikan pelajaran.
Aku akan cerita mulai dari lulus kuliah, sampai ke hari ini. Tapi bertahap ya, Guys.
Aku kalo curhat kayak gini gak bisa banget pas lagi ada orang di rumah, aku butuh konsentrasi untuk menyelesaikan ceritaku.
Jadiiiiii ......
2016
Ak lulus kuliah dan di wisuda tanggal 19 November 2016.
Perasaanku datar banget, malah gak kepengen hadir. Bener-bener aku gak ada mood di hari itu.
Tapi aku harus datang, karena ada orang tua dan adik-adikku yang akan menghadiri wisudaku.
Mungkin buat mereka, itu hari besar aku. Tapi, swear, buatku cuma acara biasa aja.
Yang lain pasti bakal ke salon untuk mempercantik diri.
Tapi aku enggak, aku lebih memilih dandan sendiri dengan di bantu adikku, Melly.
Aku tau dandananku gak akan bertahan lama kayak mereka-mereka yang nyalon. Bahkan mukaku tuh mirip kunyit karena blush-on ku yg warnanya kuning ke-emasan kwkkwkwkw..
Dan bibirku pucat, karena aku pakai lipstik warnanya merah muda. Waktu itu belum jaman lip cream kayaknya wkkwkw..
Akhirnya kami tiba di BSI Convention Center yang lokasinya di Kaliabang.
Aku gak punya bayangan samsek bakal di wisuda di Bekasi, aku pikir bakalan di JCC kayak anak Gundar yang tahun lalu di wisuda disana. Tapi ya sudahlah, jalanin yang udah ada di depan mata wkwkwk..
Acara wisudanya berjalan lancar, malah lebih mirip konser. Lampu gemerlap, suara band menggelegar, bunyi kamera HP ceklak-ceklik. Ruameeenya kayak di konser. Swear!!
Acara wisudaku hanya di hadiri oleh Aida dan Retno.
Rencananya mau foto bareng Yogi, Sabeth, Fajar, Budi, dll tapi karena crowded banget, dan mereka juga lagi sama keluarga masing-masing, akhirnya aku putuskan untuk pulang aja setelah sesi foto bareng Retno dan Aida :) :)
2017
Aktivitasku selama kuliah adalah jualan baju online. Jadi setelah lulus, aku tetap jualan sambil cari-cari kerja.
Suatu hari di bulan Mei, sepupuku, Enika, menikah. Aku bertemu dengan saudara-saudaraku. Aku gak punya uang banyak,tapi seadanya aku kasih untuk para keponakanku yang masih kecil-kecil.
Gak lama setelah hari tersebut, aku mendapat panggilan interview di toko buku.
Sebenernya aku iseng aja naro disana, gak punya ekspetasi apapun.
Aku datang begitu pagi saat toko baru buka, saat karyawannya masih beres-beres toko.
Singkat cerita, interview berjalan lancar.
Beberapa hari kemudian aku di terima bekerja disana sebagai Admin.
Langganan:
Postingan (Atom)